Wagub NTT Tinjau Kampung Adat Waru Wora yang Terbakar, Dorong Pembangunan Kembali

FAKTA HUKUMMinggu (15 Maret 2026). KOTA KUPANG - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meninjau langsung kondisi Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (14/3/2026).

 Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dampak kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah adat pada Desember 2025 lalu.

Dalam kunjungan itu, Wagub Johni Asadoma didampingi istrinya, Vera Sirait Asadoma. Ia menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa masyarakat kampung adat tersebut.

“Saya sedih ketika melihat peristiwa kebakaran ini melalui pemberitaan di media. Apinya sangat besar dan banyak rumah yang terbakar. Karena itu hari ini saya datang untuk melihat langsung kondisi bapa mama semua di sini,” kata Johni.

Kebakaran yang terjadi pada 5 Desember 2025 lalu menghanguskan 28 rumah adat di kampung tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kampung Adat Waru Wora sendiri memiliki total 36 rumah adat yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga. Bagi masyarakat setempat, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya, ruang kehidupan sosial, sekaligus warisan leluhur yang memiliki nilai sakral.

Menurut Johni, kebakaran tersebut bukan hanya menghilangkan tempat tinggal warga, tetapi juga merusak situs budaya yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat adat.

Karena itu, ia mendorong agar pembangunan kembali rumah-rumah adat dapat segera dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai tradisi dan budaya setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi semoga dapat membantu dan meringankan beban bapa mama semua. Tetap semangat dan terus saling mendukung untuk membangun kembali kampung ini,” ujarnya.

Selain meninjau kondisi kampung, Johni juga berinteraksi dengan anak-anak di kampung tersebut dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar.

“Anak-anak harus rajin belajar dan rajin ke sekolah. Supaya kelak bisa menjadi generasi yang pintar dan berguna bagi daerah,” pesannya.

Terkait pembangunan kembali kampung adat, Johni mengatakan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan serta berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk membantu proses rekonstruksi rumah adat yang terbakar.

Sementara itu, Kepala Desa Patiala Bawa Luther Laku Nija menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur yang datang langsung melihat kondisi masyarakat.

Menurutnya, perhatian pemerintah tersebut menjadi penguatan bagi warga yang sedang berusaha bangkit setelah musibah kebakaran.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur bersama rombongan di kampung kami. Ini menjadi penguatan bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat tetap bersemangat membangun kembali rumah adat yang terbakar. Pada 17 Maret 2026 mendatang, warga akan melaksanakan ritual adat sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali kampung tersebut. Ritual itu akan ditandai dengan kegiatan adat pukul gong yang berlangsung selama tujuh hari.

Tinjau NTT Mart dan Pasar Weekarou

Usai meninjau kampung adat, Wagub Johni juga mengunjungi gerai NTT Mart by Dekranasda di Sumba Barat untuk melihat langsung operasional gerai yang menjual produk UMKM lokal.

Menurutnya, NTT Mart merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan produk-produk UMKM daerah.

“Sekarang setiap kali ada kunjungan ke daerah, saya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi NTT Mart dan membeli oleh-oleh. Ini bagian dari upaya kita menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Johni juga menyempatkan diri mengunjungi Pasar Weekarou di Kota Waikabubak. Ia berinteraksi dengan para pedagang sekaligus membeli beberapa kebutuhan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di pasar tradisional.

Menurutnya, pasar tradisional merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat yang perlu terus diperhatikan dan dijaga keberlangsungannya. (Red)

Ads

نموذج الاتصال