FAKTA HUKUM, Selasa (10 Maret 2026). KOTA KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT untuk aktif menulis sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima dua buku karya ASN, Sam Harly Babys, di ruang kerjanya di Kupang, Selasa (10/3/2026).
Menurut Melki, banyak ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT memiliki kapasitas sumber daya manusia yang memadai untuk menuangkan gagasan, pengalaman, maupun pemikiran dalam bentuk tulisan.
“Ini dua buku karya staf saya yang diserahkan pagi ini. Saya mendorong seluruh ASN di NTT untuk menulis buku dan menyampaikan ide serta masukan bagi pembangunan NTT melalui tulisan,” ujarnya.
Ia menilai tradisi menulis di kalangan ASN penting untuk membangun budaya intelektual dalam birokrasi. Selain itu, tulisan dapat menjadi ruang bagi lahirnya gagasan konstruktif yang mendukung pembangunan daerah.
Melki juga menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya sebagai gubernur, sudah ada sejumlah buku yang ditulis oleh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
“Sejauh ini sudah ada tujuh buku yang ditulis oleh ASN di lingkungan Pemprov NTT sejak saya menjabat sebagai gubernur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan saran yang disampaikan secara konstruktif, selama bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di NTT.
“Saya terbuka terhadap kritik, selama itu kritik yang membangun dan memberikan solusi untuk perbaikan pelayanan serta pembangunan di NTT, tanpa kepentingan politik pihak tertentu,” tegasnya.
Menurut Melki, masukan dari ASN maupun masyarakat luas, termasuk melalui karya tulis dan buku, sangat dibutuhkan sebagai bahan refleksi dan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Sam Harly Babys yang telah meluangkan waktu untuk menulis dan menghasilkan karya yang memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Sam Harly Babys menjelaskan bahwa dua buku yang diserahkan kepada Gubernur NTT mengangkat isu yang berbeda namun sama-sama berkaitan dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di NTT.
Buku pertama berjudul “Belis dan Indonesia Emas 2045”, yang membahas tradisi belis di NTT yang dalam praktiknya sering menimbulkan beban ekonomi bagi pasangan muda yang akan menikah. Dalam buku tersebut juga disampaikan gagasan perlunya regulasi yang mengatur batas minimal dan maksimal belis, seperti yang telah diterapkan di beberapa daerah di Pulau Sumba.
Sedangkan buku kedua berjudul “NTT Mart: Jalan Baru Ekonomi Rakyat (Kolaborasi Melki-Johni dalam Membangun NTT)” yang mengangkat gagasan pembangunan NTT Mart sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat melalui pemasaran produk lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Sam Harly Babys juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma yang dinilai telah memberikan ruang bagi dirinya untuk terus berkarya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses penulisan hingga penerbitan kedua buku tersebut, termasuk Bank NTT.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Direktur Utama Bank NTT, editor, penerbit, serta semua pihak yang telah mendukung proses penulisan hingga penerbitan buku ini,” ujarnya
Ia menambahkan, kedua buku tersebut tidak hanya memuat gagasan pembangunan yang diusung pemerintah daerah, tetapi juga berbagai masukan konstruktif bagi pemerintah dalam mewujudkan NTT yang cerdas, sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.
Ke depan, buku-buku tersebut juga direncanakan akan dipajang di gerai-gerai NTT Mart agar masyarakat dapat membaca dan memahami gagasan yang melatarbelakangi pembangunan NTT Mart sebagai bagian dari penguatan ekonomi rakyat di Nusa Tenggara Timur.
(Red)
