FAKTA HUKUM, Jumat (13 Maret 2026). KUDUS - Budi Santoso mengunjungi SMK Wisudha Karya di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/3), dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan mendorong penguatan peran pendidikan vokasi dalam mendukung pengembangan ekspor jasa Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Mendag menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan Republik Indonesia siap memfasilitasi sekolah vokasi agar dapat terlibat dalam kegiatan business matching dan business pitching yang difasilitasi oleh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Menurut Mendag, langkah tersebut dapat membuka akses pasar ekspor jasa yang lebih luas, sekaligus memberikan peluang bagi siswa dan lulusan sekolah vokasi untuk terhubung dengan industri internasional.
“Sekolah vokasi memiliki potensi besar dalam menghasilkan sumber daya manusia yang siap kerja. Melalui program business matching dan pitching, kami ingin membuka peluang agar karya dan keahlian mereka dapat dikenal hingga pasar global,” ujarnya.
SMK Wisudha Karya merupakan sekolah menengah kejuruan yang berfokus pada bidang teknologi rekayasa, manufaktur, maritim, dan mekatronika. Sekolah ini juga merupakan sekolah binaan Bakti Pendidikan Djarum Foundation.
Dalam kunjungannya, Mendag meninjau sejumlah hasil karya siswa-siswi serta mencoba langsung mengemudikan kapal di ruang simulasi yang dimiliki sekolah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ahmad Luthfi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina, serta Direktur Program Djarum Foundation Primadi Serad.
Pada kesempatan tersebut, Mendag juga didampingi oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kemendag, yakni Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria, Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Dewi Rokhayati, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag N M Kusuma Dewi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, Kemendag berharap lulusan sekolah vokasi dapat semakin kompetitif dan mampu berkontribusi dalam memperluas pasar ekspor jasa Indonesia. (Red)
