Lebanese Armed Forces Anugerahkan LAF Medal kepada Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL

FAKTA HUKUMJumat (02 Januari 2026). JAKARTA - Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam mendukung perdamaian dan penegakan hukum internasional kembali memperoleh pengakuan. Pemerintah Lebanon melalui Lebanese Armed Forces Navy (LAF Navy) menganugerahkan LAF Medal kepada prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL, Jumat (02/1/2026).

Penganugerahan tersebut dilaksanakan di Markas Besar LAF Navy, Beirut, dan disematkan langsung oleh LAF Navy Commander Admiral Mustafa Al-Ali kepada Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi resmi Angkatan Bersenjata Lebanon atas kontribusi TNI AL dalam menjalankan mandat United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dalam pelaksanaan tugasnya, KRI SIM-367 dinilai konsisten menjalankan fungsi pengawasan maritim sesuai hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Kapal perang TNI AL tersebut berperan signifikan dalam mencegah penyelundupan senjata ilegal melalui jalur laut, sekaligus memperkuat kapasitas dan profesionalisme personel LAF Navy melalui kerja sama operasional dan pelatihan.

Admiral Mustafa Al-Ali dalam pernyataannya menegaskan bahwa kehadiran MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan kedaulatan Lebanon.

“Profesionalisme prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 telah mencerminkan standar tinggi dalam misi UNIFIL dan memberikan dampak positif bagi keamanan maritim Lebanon,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan penganugerahan diawali dengan Courtesy Call antara pimpinan LAF Navy dan Satgas TNI AL, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan. Sebelumnya, LAF Navy Commander juga melaksanakan kunjungan resmi ke KRI SIM-367 untuk menghadiri Medal Parade, sebagai simbol eratnya hubungan kerja sama dan diplomasi pertahanan kedua negara.

Penyematan LAF Medal ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa penugasan KRI SIM-367 di wilayah operasi UNIFIL. Momen tersebut tidak hanya bermakna sebagai penghargaan institusional, tetapi juga sebagai pengakuan atas konsistensi Indonesia dalam menegakkan perdamaian, keamanan, dan supremasi hukum internasional melalui misi PBB.

Keberhasilan ini menegaskan posisi TNI AL sebagai unsur pertahanan negara yang profesional dan kredibel di kancah global, serta memperkuat peran Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia. (Red)

Ads

نموذج الاتصال