Gotong Royong TNI dan Warga Pulihkan Museum Sultan Malikussaleh di Aceh Utara

FAKTA HUKUMSabtu (03 Januari 2026). ACEH UTARA - Pasca terjadinya banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara, Koramil 06/SMD kembali menggelar aksi gotong royong lanjutan untuk membersihkan Museum Sultan Malikussaleh di Kecamatan Samudera. 

Aksi ini bertujuan untuk membersihkan material lumpur yang tersisa serta merapikan area museum yang merupakan situs bersejarah di daerah tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan melibatkan personel TNI serta warga setempat yang bahu-membahu bekerja sama.

Menurut Danramil 06/Samudera, kegiatan gotong royong lanjutan ini penting untuk menjaga kelestarian Museum Sultan Malikussaleh yang telah menjadi bagian penting dari warisan budaya Aceh Utara.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa museum dapat kembali beroperasi sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat luas. Gotong royong ini juga memperkuat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujarnya.

Pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan peralatan manual, dan melibatkan upaya keras dalam membersihkan sisa lumpur yang terbawa oleh banjir. 

Para Babinsa (Bintara Pembina Desa) bersama warga melakukan penimbunan halaman museum serta membersihkan area sekitar dari endapan air yang menyebabkan kerusakan. 

Aksi ini menunjukkan solidaritas yang tinggi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah yang ada di Aceh Utara.

Kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah tidak hanya terbatas pada aksi gotong royong semata. 

Menurut ahli waris dan pengelola museum, langkah-langkah hukum juga diperlukan untuk memastikan bahwa situs bersejarah seperti Museum Sultan Malikussaleh tetap terjaga dari kerusakan lebih lanjut. 

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pengelola museum menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas kebudayaan setempat untuk menjaga dan melindungi aset budaya tersebut agar tidak terancam dengan bencana serupa di masa depan.

Dalam konteks hukum, pemerintah daerah juga diharapkan segera merumuskan peraturan yang melindungi situs-situs bersejarah di Aceh Utara, khususnya setelah terjadinya bencana alam yang berdampak pada berbagai fasilitas umum, termasuk museum. 

Pemerintah dan masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga keberadaan situs sejarah dengan menjaga kebersihan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak struktur atau nilai historis dari museum tersebut.

Masyarakat setempat memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya yang dilakukan oleh TNI Koramil 06/SMD dalam pemulihan Museum Sultan Malikussaleh. Salah satu warga, Syamsul, mengatakan, 

"Kami sangat terbantu dengan adanya gotong royong ini. Semoga setelah pembersihan ini, museum bisa kembali beroperasi dengan baik dan menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung."

Dengan selesainya pembersihan ini, diharapkan Museum Sultan Malikussaleh dapat kembali berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Langkah-langkah pemulihan yang dilakukan juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang berharga.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama untuk menjaga keberlanjutan pemeliharaan situs-situs sejarah, guna mewariskan kebudayaan yang kaya kepada generasi mendatang. (Red)

Ads

نموذج الاتصال