FAKTA HUKUM, Sabtu (27 Desember 2025). ACEH - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan lima pesawat angkut C-130 Hercules dan C-130J Super Hercules untuk mendistribusikan 1.000 unit genset milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.
Pada Sabtu (27/12/2025), pesawat-pesawat tersebut lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar), Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe), dan Bandara Rembele (Bener Meriah). Dari tiga titik itu, bantuan kemudian diteruskan ke daerah yang masih membutuhkan pasokan listrik darurat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian ESDM untuk memastikan ketersediaan listrik sementara bagi masyarakat, terutama di wilayah yang jaringan tegangan rendahnya masih terganggu akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, terdapat 224 desa di Aceh yang belum teraliri listrik, dengan sekitar 35.000 rumah tangga terdampak.
Distribusi genset diprioritaskan ke daerah yang infrastrukturnya belum pulih, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
“Genset berkapasitas 5–7 KVA ini ditargetkan melayani 5 hingga 10 rumah per unit, serta sebagian dialokasikan ke tenda pengungsian agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelas Bahlil.
TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan proses pemulihan pascabencana dengan mengoptimalkan mobilitas udara dan memperkuat koordinasi lintas instansi.
Upaya ini diharapkan dapat meringankan kesulitan masyarakat Aceh yang terdampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan listrik di daerah-daerah yang masih gelap. (Red)
