Andre Lado Sebut Media Cetak Hadapi Tantangan di Era Digital

FAKTA HUKUM, Kamis (06 Maret 2014). KOTA KUPANG - Perkembangan teknologi dan arus informasi publik yang kian pesat dinilai telah mampu mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. 

Hal itu ditegaskan oleh Andre Lado, salah satu  jurnalis senior dan praktisi media digital asal NTT, Pada Kamis (06/03/2014), ketika dikonfirmasi awak media. 

Andre menilai bahwa kecepatan informasi digital menjadi salah satu tantangan terbesar bagi media arus utama, khususnya media cetak.

Menurutnya, perkembangan teknologi dewasa ini, memungkinkan masyarakat mengabarkan sebuah peristiwa secara langsung melalui berbagai platform digital. 

Kondisi tersebut membuat penyebaran informasi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pola distribusi informasi melalui media konvensional.

Andre mengatakan bahwa tren media online kini semakin menguat. Dirinya bahkan memperkirakan perkembangan tersebut dalam jangka panjang akan memberikan tekanan besar terhadap keberlangsungan media cetak.

"Saat ini media digital juga turut berperan dalam menyajikan berbagai peristiwa yang penyebaran informasinya sangat cepat. Hal ini tentunya akan membuat media cetak semakin tergerus, apalagi sekarang sudah jamannya serba online," kata Andre.

Menurut pria yang juga pemilik lima media massa online tersebut itu bahwa, perkembangan media digital juga melahirkan fenomena citizen journalism atau jurnalisme masyarakat. 

Melalui internet, masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai peristiwa yang mereka lihat atau alami secara langsung kepada publik.

Fenomena tersebut membuat masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen informasi. 

Dengan dukungan teknologi digital, mereka juga dapat menjadi pihak yang memproduksi dan menyebarkan informasi.

Namun, Andre menilai bahwa kecepatan bukan satu-satunya ukuran dalam penyampaian berita. Media arus utama, kata dia, tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kredibilitas pemberitaan melalui penerapan kode etik jurnalistik.

"Kalau dari kecepatan informasi tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pegiat pers dalam persaingan penyajian berita. Selain itu berita yang disajikan harus benar-benar aktual, berimbang dan akurat," ujarnya.

Ia meyakini jurnalis akan terus beradaptasi dengan perubahan teknologi. Perkembangan digital, menurut dia, semestinya tidak hanya dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai perubahan lingkungan kerja yang harus diikuti oleh insan pers.

"Saya yakin jurnalis modern mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di era digitalisasi ini," kata Andre.

Di sisi lain, salah satu pelopor jurnalis online di NTT ini mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.

Menurut dia, kemudahan distribusi informasi di dunia maya juga membawa risiko penyebaran kabar yang belum terverifikasi. 

Karena itu, masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

"Perlu hati-hati dalam menyerap dan menyebarkan sebuah informasi yang sedang beredar. Dicek apa itu benar atau hoaks sehingga tidak menyesatkan publik," ujarnya.

Pernyataan Andre tersebut menggambarkan perubahan lanskap media pada masa ketika penggunaan internet dan media sosial mulai semakin memengaruhi pola masyarakat dalam memperoleh serta menyebarkan informasi.

Di tengah perubahan tersebut, kecepatan distribusi informasi digital berhadapan dengan tuntutan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan etika jurnalistik yang menjadi bagian penting dalam praktik media arus utama. (Red)



Ads

نموذج الاتصال